Indah di tanganNya
December 30, 2007 by bene-cute
Bandung, 22 April 2007
Shallom teman-teman, aku mo ngasih kesaksian nih tentang apa yang dimaksud berjalan dari satu kemenangan ke kemenangan lainnya.
Sedikit review dulu, waktu awal-awal kerja, aku tuh direkrut alias dikontrak 2 tahun sebagai “management trainee (MT) on marketing” dengan segala tugas yang berbau-bau marketing (not selling).
Di tahun awal, aku mengalami yang namanya krisis gaji, dimana harga BBM naik dan diikuti dengan naiknya semua harga, it means biaya hidup jadi bertambah, sementara gajiku ga kunjung naik-naik (dan saat itu tampak tidak memungkinkan untuk bisa naik gaji), sehingga biaya hidup jadi serba mepet, dan hal ini asli bikin aku puanik bgt. But then, Aku pasrah n percayain semua ke Tuhan n Tuhan bertindak. I got more than I expect. Cerita lengkapnya tentang sesi ini, bisa dibaca di buletin terdahulu.
Lalu,seiring berjalannya waktu, kira-kira setelah setengah tahun berjalan, aku mulai dikasih kewenangan ngbawahin sales plus ngerjain masalah administrasi sales dari anak buahku, padahal sebetulnya ada bagian administrasi sales. Tapi aku yang disuruh kerjain adm sales anak buahku. Kesannya kok aku jadi ngservis anak buahku ya ? tapi waktu itu keinget, bahwa jadi pemimpin bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani. Jadi ya udah, dijalani saja. Krn saat itu masih bisa aku handle, so ga tll diributin, walau saat itu ada rasa kesel juga.
Then sempat terjadi masalah dimana anak buahku ini bawa kabur uang customer dan menghilang entah kemana. Dan si bos bilang jangan harap uang itu bisa kembali alias katanya : GA MUNGKIN. Tapi saat itu tiba2 imanku bulat dan berkata : Tidak mungkin bagi manusia, tapi Tuhanku sanggup. Dan lagi-lagi Tuhan bertindak, uang yang hilang kembali UTUH. (cerita lengkapnya juga bisa di lihat di edisi buletin terdahulu)
And then, masalah baru, lama-lama kok aku juga jadi dikasih kerjaan yang bener-bener ga nyambung dengan tugas marketing…yaitu disuruh ikutan ngbawahin anak teknik plus lagi-lagi aku disuruh kerjain administrasinya teknik sendiri (again). N again, padahal ada adm teknik gitu lohh…. Sementara saat itu kerjaan marketingku mulai agak ditarik (jadi ga terlalu hectic bgt). N rekan kerjaku yang sama-sama jadi MT baru ga dikasih kerjaan yang aneh-aneh kayak aku, jadi mereka tetep di bagian marketing dengan kerjaan marketing. Saat itu aku ada perasaan ciut n jadi BT. Jadi kepikir, jangan-jangan si bos mau narik aku ke bagian administrasi. Karena lama-lama sebagian besar waktuku abis untuk beresin laporan-laporan administrasi (yang menurut aku ga level ngerjain semua ini, suruh inputer anak sma juga bisa).
Wah, pokoknya saat itu jadi BT bgt n ngrasa desperate juga. Kenapa jadi seperti ini ? Apalagi aku ga suka kerjaan administrasi. Plus saat itu aku orang yang meremehkan kerjaan administrasi. Maaf ya, moga-moga ga ada yang tersinggung. please don’t bother about my perception. sekarang aku udah insyaf kok Sekarang sih udah tobat, setelah tau betapa pentingnya administrasi n betapa kerjaan itu terkesan sepele tapi membuang waktu dan cukup ruwet juga. :p
Tapi keadaanku itu diperparah dengan omongan rekan kerjaku yang sama-sama baru jadi MT (cowo) ngomong gini : Kamu emang cocok megang administrasi, hehe…jadi adm aja… cewek sih emang harusnya kerjanya di dapur. (red : aku cewe satu-satunya yang jadi MT) Ggrrr….saat itu jadi tambah-tambah BT. Pokoknya ngrasa ga guna banget deh waktu itu. Masa kerja kerasku hanya dihargai untuk jadi adm??
Ditambah lagi kepikiran, bagaimana nasibku setelah abis kontrak mengingat saat itu sedang ada rasionalisasi besar-besaran. Karyawan-karyawan lama ada yang di PHK dan karyawan kontrak pada ga diperpanjang kontraknya. Ditambah respon orang-orang sekitarku yang tahu aku di kontrak 2 tahun. Respon mereka : “HAH??? Kontrak 2 tahun?? Lama-lama amat!!! Mending mulai cari lagi di tempat yang lain….” Hik.hik..bener-bener serba ga ada kepastian n kesannya ga ada yang support bgt.
Tapi kemudian saat itu, di komsel “kebetulan??” temanya lagi disuruh untuk setia ma semua perkara. Jadilah aku tetap bertahan dengan kerjaan yang seperti ini. walau ada pikiran : kalau nanti aku beneran di pindah ke administrasi, apa aku bakal terima atau pindah kerja aja ya? Ngrasa dilecehkan soalnya hehe… lagian kantorku memang memungkinkan untuk di pindah bagian-kan (rolling position) sesuai kebutuhan kantor.
But guys, itu semua adalah logika manusia, tapi rencana Tuhan sih luar biasa. Setelah kira-kira setengah tahun aku ngjalanin semua itu (dari sejak aku dikasih kerjaan yang “aneh-aneh” (menurutku), ternyata aku dapat promosi jabatan yang ga pernah aku pikirkan sebelumnya, lebih dari yang aku harapkan. Plus, aku juga di angkat jadi pegawai tetap sementara kondisi perusahaan saat itu rasanya sedang tidak memungkinkan untuk pengangkatan pegawai tetap karena sedang ada masalah. Lagian, siapa sih aku, baru juga kerja belum nyampe 2 tahun?! Dan lagi si bos pernah cerita untuk kenal orang tuh paling engga butuh 5 tahun. Kalau cuma 1 or 2 tahun sih sifat aslinya belum keluar, masih bisa di tutupi. Makanya sekarang sistem rekrut pegawainya kontrakkan semua. Ga lagi nyari pegawai tetap.
Intinya Tuhan tuh luar biasa banget!! Hal yang kita nilai sepele n remeh temeh n dianggap kerjaan rendah, tapi ternyata bisa dipakai jadi alat untuk nyatain kemuliaan Tuhan. Aku percaya banget, bukan karena kuat dan hebatku maka aku bisa ada di posisi sekarang, tapi semua kembali karena campur tangan Tuhan. Kuncinya : Serahin semuanya ke Tuhan, do your Best for Him and melangkah bersamaNya. Ingat bahwa kita bekerja bukan untuk manusia, tapi buat Tuhan. Amin. So buat yang lain yang uda pada kerja n ngrasa kok kerjaan gw numpuk, n ga sesuai dengan jobdesc yang seharusnya, nyantai aja, n jalanin bersama Tuhan. Tandanya Tuhan mau pakai kita untuk perbesar kapasitas kita. Tapi juga jangan lantas jadi budak perkerjaan ya…^^ kita harus tetap jadi hambaNya dunk..bukan hamba dunia atau hamba uang. Ingat, Tuhan yang memberi, Tuhan juga yang akan mengambil (jika kita dianggap tidak layak untuk menerimanya). Percaya deh kalo jalan bersama Tuhan, kita bakal dituntun dari satu kemenangan ke kemenangan lainnya. Asal kita mau : sabar, bertekun dalam kesesakan, percaya dan miliki iman. Trust His Words. His Words never fail. Amin! “orang yang sabar melebihi seorang pahlawan (ams 16 : 32)”